APLIKASI
TEKNOLOGI INFRAMERAH DALAM
BIDANG
MAINTENANCE,
DETEKSI DINI BAHAYA KEBAKARAN DAN MASALAH KEBOCORAN
Pendahuluan
Infrared Thermography
merupakan suatu teknik yang memungkinkan pengukuran dari jarak tertentu tanpa
menyentuh benda yang diukur. Di alam semesta semua
benda memancarkan energi yang merupakan fungsi dari dua kriteria pokok temperature
dan emmitance.
Secara umum dapat dikatakan bahwa semakin
panas suatu benda, semakin besar radiasi yang dipancarkannya (warna hitam
memiliki emmitance = 1).
Dengan kamera inframerah kita dapat
mengukur pancaran energi panas suatu benda kemudian mengkonversikannya menjadi
suatu peta temperatur benda tersebut.
Pemakaian kamera inframerah di lingkungan sipil mencakup kegiatan Non Destructive Test (NDT), riset dan pengembangan. NDT
sangat bermanfaat baik untuk instalasi baru maupun lama. Pada umumnya
penggunaan kamera inframerah di lingkungan sipil digunakan untuk tindakan Preventive Maintenance, Predictive
Maintenance, Quality Control, Safety Control dan Testing & Comisioning.
Teknologi inframerah juga sangat
bermanfaat sebagai passive fire
protection system dalam rangka penyelenggaraan system proteksi terhadap
bahaya kebakaran akibat kondisi peralatan listrik yang dapat menimbulkan bahaya
kebakaran. Hal yang demikian ini dapat
dimengerti karena 85% kebakaran public
building yang terjadi disebabkan oleh peralatan listrik yang tidak baik.
Karakteristik
Energi
inframerah merupakan bagian Electromagnetic Spectrum dan mempunyai ciri-ciri sama dengan ciri-ciri sinar yang dapat
dilihat (visible light). Energi
inframerah menembus melalui udara dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan
sinar, dan energi inframerah tersebut dapat direfleksikan-dibiaskan-diserap-disebarkan. Radiasi inframerah dipancarkan oleh semua
benda yang mempunyai temperatur. Inframerah ditimbulkan oleh adanya
getaran-getaran dan perputaran atom dan molekul suatu benda. Ini berarti bahwa semua benda menyebarkan
atau memancarkan radiasi inframerah, karena semua benda mempunyai temp.
Manfaat
Teknologi Inframerah
Teknologi
inframerah digunakan untuk preventive maintenance, predictive maintenance,
safety control, testing dan commisioning pada perusahaan public services (PLN,
PAM, TELKOM), Oil Company, Power Plant, Factory, Building, dll. Teknologi
inframerah dapat menginvestigasi instalasi dan peralatan seperti : Electrical (circuit breaker, load break switch,
transformer, ac/dc motor, instalasi LV/MV/HV, control-control electronic,
dll.), Mechanical (pump, mesin
diesel, mesin bensin, bearing, turbin, compressor, dll.), Process Devices (boiler,
furnace, vessel, tank,
reactor, reformer, pipe
insulation, refractories, dll.),
serta Building Diagnostic
(leak, water proofing, building envelope, studies measure heat loss, detect insulation
voids, moisture trapped bellow roof membranes and monitor HVAC systems
efficiency, dll.).
Teknologi
Inframerah dapat secara dini mengetahui kondisi kelainan, kerusakan dan
kebocoran yang tidak dapat diraba dan
dilihat oleh mata, yang terdapat pada suatu instalasi atau peralatan tanpa
harus menghentikan sistem, sehingga tidak mengganggu jalannya operasi atau
produksi. Kemudian direncanakan segera tindakan perbaikan, terutama pada
bagian-bagian yang diketahui bermasalah sebelum masalah atau kerusakan tersebut
timbul menjadi lebih besar.
Aplikasi
Teknologi Inframerah
Aplikasi teknologi inframerah mencakup
berbagai hal, di antaranya adalah :
1. Dapat
secara tepat menunjuk kelemahan dan kehandalan pada jaringan atau peralatan
elektrikal, mekanical, dan proses.
Dengan jaringan yang handal dapat meminimalkan tingkat hilangnya energi
yang berarti pula dapat menekan biaya operasi.
2. Teknologi
inframerah mampu mendeteksi secara dini adanya masalah pada peralatan
elektrikal, mekanikal dan proses. Dengan
diketahuinya kondisi peralatan secara dini, maka tindakan preventive maintenance maupun predictive
maintenance dapat dilakukan terarah dan tepat, serta menghemat biaya
pemeliharaan/perawatan.
3. Pemeriksaan
dgn peralatan inframerah, terutama yang bekerja pada gelombang panjang (8-12
micron) , selain canggih juga sangat teliti dan praktis serta mudah
dipergunakan.
Teknologi
Inframerah Menunjang Program Keselamatan Kerja
1. Upaya mengatasi
bahaya kebakaran
Perlu
disadari bahwa upaya mengatasi bahaya kebakaran bukan hanya menjadi tanggung
jawab dinas pemadam kebakaran, tetapi juga para perencana pembangunan,
pengusaha dan pengelola atau pemilik gedung diharapkan perannya dalam
penanggulangannya.
Pencegahan
bahaya kebakaran, bukan hanya diantisipasi dengan cara meneliti peralatan pencegahan kebakaran, melengkapi gedung dengan fasilitas pencegahan, tim khusus untuk menanggulangi bahaya kebakaran dan sistem pencegahan
kebakaran, tetapi yang sangat menentukan adalah perlu diketahui secara
pasti mengenai kondisi dari sarana/jaringan listrik, mesin, dll., yang ada
dalam gedung / bangunan / pabrik/pesawat yang dapat menjadi penyebab terjadinya
kebakaran.
Menciptakan
suatu kondisi untuk pencegahan bahaya kebakaran sejak dini sebaiknya dilakukan
pemeriksaan terhadap jaringan dan peralatan elektrikal, mekanikal dan proses
yang terdapat pada suatu gedung atau bangunan.
2. Penciptaan aspek rasa
aman
Di
atas telah disinggung perlunya diciptakan suatu kondisi rasa aman yang erat
kaitannya dengan pertanyaan “Apakah gedung
ini benar-benar aman terhadap kebakaran ?". Jawaban pertanyaan itu
erat kaitannya dengan himbauan dan harapan bahwa semua bangunan seharusnya
terlindung dari bahaya kebakaran yang harus built
in (menyatu) dalam teknologi bangunan itu sendiri, peraturan mengenai
gedung, dan standar yang harus dipenuhi oleh gedung itu. Yang dimaksud dengan
standar gedung salah satunya adalah kondisi peralatan elektrikal dan mekanikal
yang terdapat di dalamnya. Dan cara yang tepat untuk mengetahui kondisi
peralatan elektrikal dan mekanikal adalah dengan memanfaatkan teknologi
inframerah, untuk standard Property Management minimal setahun sekali perlu dilakukan audit peralantan M/E dengan Infrared Thermography
Test tsb,sehingga dapat diketahui
kondisi peralatan sebenarnya secara tepat- akurat-dan jelas, bahkan hasil
penelitian dengan thermal imaging
radiometers di-record dengan
tujuan preventive maintenance maupun predictive maintenance untuk waktu
selanjutnya.
Aplikasi Teknologi
Inframerah untuk Gedung/Bangunan
1. Untuk mengetahui kondisi thermal insulation of wall
2. Untuk mengetahui kondisi thermal insulation of surface
3. Untuk mengetahui titik-titik losses dan Air Conditioning
4. Untuk mengetahui titik-titik terjadi Thermal Bridges
5. Untuk mengetahui kondisi lembab dan moisture penetrations
6. Untuk mengetahui kondisi baik atau kerusakan water proofing
7. Untuk mendeteksi seluruh kondisi electrical equipments, losses energi listrik, life time material
dan titik
potensial terjadinya kebakaran
8. Untuk mendeteksi seluruh kondisi mechanical equipments seperti pompa,
genset, chiller/AHU, plumbing, lift,
escalator dll.
9. Untuk building
diagnostic:
- Diagnosa
pembungkus/pengamanan suatu bangunan dengan mengukur panas/dingin yang
hilang
- Mendeteksi adanya celah celah pada
penyekat
- Mendeteksi
kondisi kantong air dibawah membrane
atap dan menentukan luas area water
proofing yang rusak
-
Menganalisa/monitor losses dan efisiensi HVAC System
- Mendiagnosa
area kerusakan atap yang diakibatkan oleh air secara cepat dan akurat
- Menentukan
penggantian water proofing
- Untuk data
kebenaran masalah sebelum garansi/jaminan berakhir
- Untuk data
dalam pengajuan anggaran perbaikan
- Menyediakan
rekaman/historial data yang dapat diperbandingkan dari waktu ke waktu
-
Mengevaluasi/mengidentifikasi kerugian energi
-
Mengidentifikasi titik masalah dari dini, sebelum masalah menjadi besar atau
kritis.
Keuntungan
Investigasi dengan Infrared Thermal Imaging Radiometers
Dapat menunjukan kelemahan dan kehandalan peralatan/system
Dapat mengetahui/memprediksi kondisi dini kerusakan yang akan
terjadi pada peralatan
Dapat melihat kondisi
peralatan yang tidak dapat diraba dan dilihat oleh mata manusia
Sangat membantu para teknisi maintenance untuk menentukan
prioritas perbaikan suatu
peralatan/instalasi
Dari hasil data investigasi inframerah maka dapat dibuat
perencanaan waktu perbaikan,
penggantian suku cadang, overhoule dan
jumlah teknisi yang dibutuhkan untuk perbaikan
Akan menghasilkan suatu sistem perawatan/perbaikan yang lebih
tepat dan terarah
Dapat memperkecil timbulnya kerusakan dan kerugian serta bahaya
kebakaran yang
disebabkan oleh kondisi peralatan/instalasi yang tidak sesuai dengan
standard teknik dan keselamatan, dan peralatan yang rusak serta harus sudah
diganti
Dapat membantu menekan loss energi listrik yang timbul sebagai
akibat kebocoran daya listrik
pada sambungan antara peralatan, penghantar
dan rangkaian listrik
Dapat menciptakan rasa aman kepada pemakai peralatan/instalasi dan
pengelola gedung
karena kehandalan peralatan/instalasi sudah
diketahui dengan pasti
Menaikkan waktu produksi, menurunkan down time, meningkatkan
efisiensi perawatan,
meningkatkan
lifetime peralatan dan keselamatan
Dapat memprediksi gejala dini dan titik potensial yang akan
menyebabkan terjadinya
kebakaran
yang ditimbulkan oleh peralatan/instalasi listrik
Meningkatkan mutu penampilan/citra perusahaan pada pemakai
jasa/konsumen.
Penutup.
Dengan bantuan
teknologi inframerah maka para Maintenance
Manager akan dapat membuat perencanaan
perbaikan, penggantian suku cadang, menentukan waktu perbaikan/shutdown,
menentukan prioritas perawatan atau
perbaikan, jumlah teknisi yang melaksanakan pekerjaan
perbaikan, menentukan lokasi
kebocoran pada dinding atau lantai, menentukan penyebab gangguan
/ kerusakan,menentukan titik loss
energi dan titik potensial penyebab kebakaran. Yang akhirnya, semua
akan menghasilkan suatu bentuk teknik
pemeliharaan/perawatan yang tepat dan terarah serta effisiensi
dan aman, serta terhindar dari bahaya
kebakaran sehingga meningkatkan citra atau image kerja.
No comments:
Post a Comment