Saturday, 31 May 2014

Aplikasi Thermography



APLIKASI  TEKNOLOGI   INFRAMERAH   DALAM   BIDANG
MAINTENANCE, DETEKSI DINI BAHAYA KEBAKARAN DAN MASALAH KEBOCORAN

Pendahuluan

       Infrared Thermography merupakan suatu teknik yang memungkinkan pengukuran dari jarak tertentu tanpa menyentuh benda yang diukur. Di alam semesta semua benda memancarkan energi yang merupakan fungsi dari dua kriteria pokok  temperature dan emmitance. Secara umum dapat dikatakan bahwa semakin panas suatu benda, semakin besar radiasi yang dipancarkannya (warna hitam memiliki emmitance = 1).        
       Dengan kamera inframerah kita dapat mengukur pancaran energi panas suatu benda kemudian mengkonversikannya menjadi suatu peta temperatur benda tersebut.  Pemakaian kamera inframerah di lingkungan sipil mencakup kegiatan Non Destructive Test (NDT), riset dan pengembangan.  NDT sangat bermanfaat baik untuk instalasi baru maupun lama. Pada umumnya penggunaan kamera inframerah di lingkungan sipil digunakan untuk tindakan Preventive Maintenance, Predictive Maintenance, Quality Control, Safety Control dan Testing & Comisioning.
       Teknologi inframerah juga sangat bermanfaat sebagai passive fire protection system dalam rangka penyelenggaraan system proteksi terhadap bahaya kebakaran akibat kondisi peralatan listrik yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran.  Hal yang demikian ini dapat dimengerti karena 85% kebakaran public building yang terjadi disebabkan oleh peralatan listrik yang tidak baik.

Karakteristik

       Energi inframerah merupakan bagian Electromagnetic Spectrum dan mempunyai ciri-ciri sama dengan ciri-ciri sinar yang dapat dilihat (visible light). Energi inframerah menembus melalui udara dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan sinar, dan energi inframerah tersebut dapat direfleksikan-dibiaskan-diserap-disebarkan.  Radiasi inframerah dipancarkan oleh semua benda yang mempunyai temperatur. Inframerah ditimbulkan oleh adanya getaran-getaran dan perputaran atom dan molekul suatu benda.  Ini berarti bahwa semua benda menyebarkan atau memancarkan radiasi inframerah, karena semua benda mempunyai temp.

Manfaat Teknologi Inframerah

       Teknologi inframerah digunakan untuk preventive maintenance, predictive maintenance, safety control, testing dan commisioning pada perusahaan public services (PLN, PAM, TELKOM), Oil Company, Power Plant, Factory, Building, dll. Teknologi inframerah dapat menginvestigasi instalasi dan peralatan seperti : Electrical (circuit breaker, load break switch, transformer, ac/dc motor, instalasi LV/MV/HV, control-control electronic, dll.), Mechanical (pump, mesin diesel, mesin bensin, bearing, turbin, compressor, dll.), Process Devices (boiler,  furnace,  vessel,  tank,  reactor,  reformer,  pipe  insulation,  refractories,  dll.),  serta Building Diagnostic (leak, water proofing, building envelope, studies measure heat loss, detect insulation voids, moisture trapped bellow roof membranes and monitor HVAC systems efficiency, dll.).
       Teknologi Inframerah dapat secara dini mengetahui kondisi kelainan, kerusakan dan kebocoran yang tidak dapat diraba dan dilihat oleh mata, yang terdapat pada suatu instalasi atau peralatan tanpa harus menghentikan sistem, sehingga tidak mengganggu jalannya operasi atau produksi. Kemudian direncanakan segera tindakan perbaikan, terutama pada bagian-bagian yang diketahui bermasalah sebelum masalah atau kerusakan tersebut timbul menjadi lebih besar.




Aplikasi Teknologi Inframerah

       Aplikasi teknologi inframerah mencakup berbagai hal, di antaranya adalah :
1.    Dapat secara tepat menunjuk kelemahan dan kehandalan pada jaringan atau peralatan elektrikal, mekanical, dan proses.  Dengan jaringan yang handal dapat meminimalkan tingkat hilangnya energi yang berarti pula dapat menekan biaya operasi.
2.    Teknologi inframerah mampu mendeteksi secara dini adanya masalah pada peralatan elektrikal, mekanikal dan proses.  Dengan diketahuinya kondisi peralatan secara dini, maka tindakan preventive maintenance maupun predictive maintenance dapat dilakukan terarah dan tepat, serta menghemat biaya pemeliharaan/perawatan.
3.    Pemeriksaan dgn peralatan inframerah, terutama yang bekerja pada gelombang panjang (8-12 micron) , selain canggih juga sangat teliti dan praktis serta mudah dipergunakan.

Teknologi Inframerah Menunjang Program Keselamatan Kerja

1.    Upaya mengatasi bahaya kebakaran
       Perlu disadari bahwa upaya mengatasi bahaya kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab dinas pemadam kebakaran, tetapi juga para perencana pembangunan, pengusaha dan pengelola atau pemilik gedung diharapkan perannya dalam penanggulangannya.
       Pencegahan bahaya kebakaran, bukan hanya diantisipasi dengan cara meneliti peralatan pencegahan kebakaran, melengkapi gedung dengan fasilitas pencegahan, tim khusus untuk menanggulangi bahaya kebakaran dan sistem pencegahan kebakaran, tetapi yang sangat menentukan adalah perlu diketahui secara pasti mengenai kondisi dari sarana/jaringan listrik, mesin, dll., yang ada dalam gedung / bangunan / pabrik/pesawat yang dapat menjadi penyebab terjadinya kebakaran.
       Menciptakan suatu kondisi untuk pencegahan bahaya kebakaran sejak dini sebaiknya dilakukan pemeriksaan terhadap jaringan dan peralatan elektrikal, mekanikal dan proses yang terdapat pada suatu gedung atau bangunan.

2.    Penciptaan aspek rasa aman
       Di atas telah disinggung perlunya diciptakan suatu kondisi rasa aman yang erat kaitannya dengan pertanyaan “Apakah gedung ini benar-benar aman terhadap kebakaran ?". Jawaban pertanyaan itu erat kaitannya dengan himbauan dan harapan bahwa semua bangunan seharusnya terlindung dari bahaya kebakaran yang harus built in (menyatu) dalam teknologi bangunan itu sendiri, peraturan mengenai gedung, dan standar yang harus dipenuhi oleh gedung itu. Yang dimaksud dengan standar gedung salah satunya adalah kondisi peralatan elektrikal dan mekanikal yang terdapat di dalamnya. Dan cara yang tepat untuk mengetahui kondisi peralatan elektrikal dan mekanikal adalah dengan memanfaatkan teknologi inframerah, untuk standard Property Management minimal setahun sekali perlu dilakukan audit peralantan M/E dengan Infrared Thermography Test tsb,sehingga dapat diketahui kondisi peralatan sebenarnya secara tepat- akurat-dan jelas, bahkan hasil penelitian dengan thermal imaging radiometers di-record dengan tujuan preventive maintenance maupun predictive maintenance untuk waktu selanjutnya.

Aplikasi Teknologi Inframerah untuk Gedung/Bangunan

       1.  Untuk mengetahui kondisi thermal insulation of wall
       2.  Untuk mengetahui kondisi thermal insulation of surface
       3.  Untuk mengetahui titik-titik losses dan Air Conditioning
       4.  Untuk mengetahui titik-titik terjadi Thermal Bridges
       5.  Untuk mengetahui kondisi lembab dan moisture penetrations
       6.  Untuk mengetahui kondisi baik atau kerusakan water proofing
       7.  Untuk mendeteksi seluruh kondisi electrical equipments, losses energi listrik, life time material
             dan titik potensial terjadinya kebakaran
       8.  Untuk mendeteksi seluruh kondisi mechanical equipments seperti pompa, genset, chiller/AHU,       plumbing, lift, escalator dll.
       9.  Untuk building diagnostic:
            - Diagnosa pembungkus/pengamanan suatu bangunan dengan mengukur panas/dingin yang
              hilang
            - Mendeteksi adanya celah celah pada penyekat
            - Mendeteksi kondisi kantong air dibawah membrane atap dan menentukan luas area water
              proofing yang rusak
            - Menganalisa/monitor losses dan efisiensi HVAC System
            - Mendiagnosa area kerusakan atap yang diakibatkan oleh air secara cepat dan akurat
            - Menentukan penggantian water proofing
            - Untuk data kebenaran masalah sebelum garansi/jaminan berakhir
            - Untuk data dalam pengajuan anggaran perbaikan
            - Menyediakan rekaman/historial data yang dapat diperbandingkan dari waktu ke waktu
            - Mengevaluasi/mengidentifikasi kerugian energi
            - Mengidentifikasi titik masalah dari dini, sebelum masalah menjadi besar atau kritis.

Keuntungan Investigasi dengan Infrared Thermal Imaging Radiometers

             Dapat menunjukan kelemahan dan kehandalan peralatan/system
             Dapat mengetahui/memprediksi kondisi dini kerusakan yang akan terjadi pada peralatan
             Dapat melihat kondisi peralatan yang tidak dapat diraba dan dilihat oleh mata manusia
             Sangat membantu para teknisi maintenance untuk menentukan prioritas perbaikan suatu
                peralatan/instalasi
             Dari hasil data investigasi inframerah maka dapat dibuat perencanaan waktu perbaikan,
                penggantian suku cadang, overhoule dan jumlah teknisi yang dibutuhkan untuk perbaikan
             Akan menghasilkan suatu sistem perawatan/perbaikan yang lebih tepat dan terarah
             Dapat memperkecil timbulnya kerusakan dan kerugian serta bahaya kebakaran yang 
                 disebabkan oleh kondisi peralatan/instalasi yang tidak sesuai dengan standard teknik dan keselamatan, dan peralatan yang rusak serta harus sudah diganti
             Dapat membantu menekan loss energi listrik yang timbul sebagai akibat kebocoran daya listrik
                pada sambungan antara peralatan, penghantar dan rangkaian listrik
             Dapat menciptakan rasa aman kepada pemakai peralatan/instalasi dan pengelola gedung
                 karena  kehandalan peralatan/instalasi sudah diketahui dengan pasti
             Menaikkan waktu produksi, menurunkan down time, meningkatkan efisiensi perawatan,
                meningkatkan lifetime peralatan dan keselamatan
             Dapat memprediksi gejala dini dan titik potensial yang akan menyebabkan terjadinya
                 kebakaran yang ditimbulkan oleh peralatan/instalasi listrik
             Meningkatkan mutu penampilan/citra perusahaan pada pemakai jasa/konsumen.

Penutup.
       Dengan bantuan teknologi inframerah maka para Maintenance Manager akan dapat membuat perencanaan perbaikan, penggantian suku cadang, menentukan waktu perbaikan/shutdown, menentukan prioritas perawatan atau perbaikan, jumlah teknisi yang melaksanakan pekerjaan perbaikan, menentukan lokasi kebocoran pada dinding atau lantai, menentukan penyebab gangguan / kerusakan,menentukan titik loss energi dan titik potensial penyebab kebakaran. Yang akhirnya, semua akan menghasilkan suatu bentuk teknik pemeliharaan/perawatan yang tepat dan terarah serta effisiensi dan aman, serta terhindar dari bahaya kebakaran sehingga meningkatkan citra atau image kerja.

Contoh Report 1




Company Profile




BINTANG HOSTIKA

NON DESTRUCTIVE TEST SERVICES



PT / CV  BINTANG HOSTIKA adalah perusahaan yang bergerak di bidang non destructive test services (NDT services), dengan orientasi untuk predictive maintenance, preventive maintenance, safety control, dan testing & commissioning, pada perusahaan public services, oil company, factory dan power plant.

Inspeksi yang dilakukan tanpa  mengganggu atau menghentikan sistem instalasi dan peralatan seperti: Electrical (circuit breaker, load break switch, transformer, AC/DC motor, Instalasi LV/MV/HV, control-control electronic, dll.), Mechanical (pump, mesin diesel, mesin bensin, bearing, turbin, compressor, dll.), Process Devices (boiler, furnace, vessel, tank, reactor, reformer, pipe insulation, refractories, dll.), serta Building Diagnostic (leak, water proofing, building envelope, studies measure heat loss, detect insulation voids, moisture trapped bellow roof membranes and monitor HVAC systems efficiency, dll.).   

Jasa inspeksi yang kami lakukan menggunakan produk dengan teknologi USA dan Germany yang memiliki tingkat presisi dan  akurasi yang tinggi, sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat dan terarah.

Lingkup pekerjaan (NDT services) yang kami lakukan adalah :

1.THERMOGRAPHY / INFRARED INVESTIGATION SERVICES, pemanfaatan teknologi inframerah yang dapat secara dini mengetahui kondisi kelainan, kerusakan dan kebocoran yang tidak dapat diraba dan dilihat oleh mata secara cepat dan terarah, yang terdapat pada suatu instalasi atau peralatan tanpa harus menghentikan sistem, sehingga tidak mengganggu jalannya operasi atau produksi. Dan deteksi dini akan terjadinya potensial fire

2.CONDITION MONITORING, yaitu melakukan pengecekan secara periodik peralatan di pabrik sebagai proaktif maintenance sehingga dapat diramalkan kapan mesin-mesin mendekati rusak agar dapat disiapkan spare parts dan jadwal produksi.

3.VIBRATION ANALYSIS, yaitu mengetahui penyebab getaran yang ditimbulkan oleh mesin, dengan memberikan laporan, saran dan mengerjakan masalah getaran tersebut hingga selesai dan layak untuk beroperasi kembali.

4.IN-SITE BALANCING, yaitu balancing di tempat tanpa membongkar impeler fan/blower, sehingga lebih cepat dan akurat, karena diputar pada titik kritis dimana mesin tersebut berputar di lapangan.

5.LASER SHAFT ALIGNMENT, yaitu mengerjakan alignment menggunakan laser dengan akurasi 1 mikron agar bearing, seal, coupling lebih tahan lama (meningkatkan MTBF) dan menekan biaya operasi termasuk pemakaian energi listrik yang rendah, karena ampere turun.

6. ULTRASONIC INSPECTION, yaitu pengecekan kebocoran beton dengan alat ultrasonic.

7.  FLAW/CRACK DETECTOR, yaitu pengecekan keretakan mesin.

8. MOTOR CHECKER, yaitu pengecekan kondisi motor dalam keadaan hidup melalui panel box tanpa menurunkan motor, dapat pula motor setelah rewinding.

9.BOROSCOPE, yaitu pengecekan internal mesin menggunakan alat spiral telescope untuk mengetahui isi mesin.

10.TRAINING, yaitu mengadakan inhouse training (pelatihan) maintenance management, condition monitoring, alignment, balancing dan vibration analysis.   






 


BINTANG HOSTIKA  Prisma Kedoya Plaza Blok A No. 20 Jl. Raya Pejuangan Jakarta 11520 Telp. (62-21) 5310417,081510385304, Fax . (62-21) 5310400
EMAIL : binhostika @ yahoo.com 
CONTACT PERSON: Syachronie